Minggu, 5 Juli 2020

Ratusan Warga Batanghari Termasuk Orang Dalam Gangguan Jiwa

Rabu, 16 Januari 2019 - 12:58:57
//Ilustrasi

//Ilustrasi

MUARABULIAN - Ratusan warga di kabupaten Batanghari, termasuk orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) atau menderita penyakit gangguan jiwa. Mereka tersebar pada sejumlah desa/kelurahan di delapan kecamatan dalam kabupaten Batanghari.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Batanghari, selama dua tahun terakhir, jumlah penderita penyakit ini tercatat sebanyak 901 orang. Jumlah ini termasuk penderita penyakit efilefsi.

Kepala Dinas Kesehatan Batanghari, dr Elfie Yennie, kepada media mengatakan, tingginya jumlah warga yang menderita gangguan jiwa di wilayahnya disebabkan oleh sejumlah faktor. Kemiskinan atau ekonomi menjadi salah satu faktor utama penyebab penyakit jiwa diderita warga.

Dijelaskannya, untuk kabupaten Batanghari jumlah orang dengan gangguan jiwa pada tahun 2018 ada sebanyak 518. Sementara untuk tahun 2017 ada sebanyak 383 orang. Jumlah ini tergabung dengan penderita efilefsi. Jumlah ini berdasarkan data yang ada di Bidang P2P pada Dinas Kesehatan Batanghari,” tegasnya pada Rabu (16/1/2019).

Diakuinya, pada tahun 2017 lalu untuk jumlah ODGJ ini paling tinggi di wilayah kecamatan Muarabulian. Dimana di tahun 2017 ada 17 orang termasuk ODGJ, sementara di tahun 2018 ada 75 orang.

“ Paling banyak kecamatan Muarabulian,” katanya.

Menurut dia, penderita gangguan jiwa yang terdata ini ada yang sedang, ringan dan berat.

“ Mereka ada yang dirujuk ke rumah sakit jiwa Jambi dan ada juga yang dirawat di rumah,” terangnya.

Dikatakannya, untuk penderita yang di rumah itu penanganan dengan pengobatan rawat jalan dinpuskesmas setempat. Sementara mengenai umur penderita berusia 25 sampai 64 tahun.

“ Penyebab ada faktor keturunan dan ekonomi pun bisa,” katanya.(mon)

 

Penulis: Raden Denni
Editor: Raden Denni