Jumat, 5 Juni 2020

57 Desa di Batanghari Berstatus ODF

Rabu, 16 Januari 2019 - 13:30:52
Kepala Dinas Kesehatan Batanghari, dr Elfie Yennie....

Kepala Dinas Kesehatan Batanghari, dr Elfie Yennie....

MUARABULIAN - Pemerintah memiliki progran ODF (Open Defication Free). Kondisi ODF menjadi sasaran Dinas Kesehatan kabupaten Batanghari untuk menyosiasisaikan pentingnya memiliki jamban dengan septic tank.

Dimana dinas Kesehatan telah adakan verifikasi pada desa-desa, apakah benar sudah tidak ada yang buang air besar sembarangan dan memiliki septic tank untuk pembuangan akhirnya.

Dimana untuk mencapai ODF, pemerintah kabupaten Batanghari melakukan pemicu dua arah. Pemicu dua arah ini artinya masyarakat menjadi pemimpin pemerintah mendorong, memberikan fasilitas kepada mereka.

Hingga detik ini, dari 124 Desa/Kelurahan di kabupaten Batanghari, 57 desa di antaranya sudah ODF yakni benar-benar steril, tidak ada masyarakat yang buang air besar sembarangan.

Hal tersebut diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan Batanghari, dr Elfie Yennie, kepada media ini, Rabu (16/1/2019) kemarin.

Menurutnya, sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) memiliki lima pilar.
Pilar-pilar ini tentu sangat berperan dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Ada lima pilar pada STMB ini yang sangat berpengaruh pada kesehatan, yakni stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, kelola makanan dan minuman secara aman, pemilahan sampah secara aman, dan mengolah air limbah rumah tanggah secara aman.

Untuk STBM sendiri di setiap Kecamatan, Kota hingga Desa memiliki tim. Seperti tokoh agama, perangkat desa, bidan desa, dan kader kesehatan,” bebernya.

Sebelumnya Elfie Yennie pernah mengatakan, ada indikator yang menjadi acuan agar masyarakat tidak melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) lagi. Yakni dengan adanya desa ODF.

ODF adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses ini.

“ Yang dapat dikatakan desa ODF jika prilaku masyarakat yang tidak lagi BABS (buang air besar sembarangan). Artinya akses jamban yang ada di lingkungan desa tersebut mencapai100 persen baik,” katanya.

Lebih jaug dikatakannya, gebrakan ODF ini telah dideklarasikan pihak Dinkes Batanghari saat Germas di bulan Desember tahun 2017 lalu. Pada saat itu pihak Dinkes Batanghari dengan kepala desa telah menyepakati untuk mencapai desa ODF.

Secara nasional ODF ini juga telah menjadi target, dimana tahun 2019 nanti harus mencapai Universal Acces. “ Sebelumnya telah kita deklerasikan mengenai ODF ini, karena ini target nasional di tahun 2019,” ujarnya.

Kata dia, agar usaha tersebut berhasil, akses masyarakat pada jamban (sehat) harus mencapai 100% pada seluruh komunitas. Sedangkan desa/kelurahan ODF adalah desa/kelurahan yang 100% masyarakatnya telah buang air besar di jamban sehat. Maka dari itu harapan kita bersama agar di tahun 2019 semua desa yang ada di kabupaten Batanghari harus peringkat ODF," kata Elfie.

Dikatakannya lagi, perlu dukungan dari masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah Kabupaten. Diupayakan strategi agar menciptakan sanitasi yang layak dan penyediaan air bersih. Dengan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat mewujudkan desa menuju STBM ( Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).

“ Perlu dukungan dari masyarakat. Yang jelas Stop BABS,” pungkas Elfie menutup.(mon)

 

Penulis: Raden Denni
Editor: Raden Denni