Sabtu, 6 Maret 2021

Satu Tiang Roboh, 200 Meter Kabel Induk PLN Tergeletak di Tanah dan Kerap Percikan Api

Minggu, 23 Juni 2019 - 15:56:47
Kabel induk di RT 09 Kelurahan Penyengat  Rendah Kecamatan Telanaipura tergeletak di tanah dan terkelupas. Minggu (23/06/2019)

Kabel induk di RT 09 Kelurahan Penyengat Rendah Kecamatan Telanaipura tergeletak di tanah dan terkelupas. Minggu (23/06/2019)

KOTAJAMBI - Persoalan Kabel aliran listrik bertegangan tinggi yang terkelupas di RT 09 Kelurahan penyengat rendah kecamatan Telanaipura kota Jambi hingga kini tak di gubris oleh pihal PLN. Padahal beberawaktu pada saat walikota Jambi turun dan melihat kondisi kabel induk yang membahayakan tersebut lansung mengambil tindakan dan menelpon pihak PLN.

" Sekitar 6 bulan yang lalu, seusuai pak walikota Jambi meninjau banjir ia juga melihat kabel telanjang ini, kemudian ia menelpon PLN agar dapat mengambil tindakan," ujar Warga RT 09 Een.

Hingga saat ini kata warga Een, perintah orang nomor satu di kota Jambi itu tidak ada jawaban sama sekali dan kabel yang terkelupas tidak ada tindakan sama sekali dari PLN.

Een menyebutkan, Kabel Induk yang terkelupas itu posisinya juga tergelatak di tanah sepanjang 200 meter. Pasalnya, akibat satu tiang yang roboh kabel induk dari tiang ketiang saat ini berada di tanah.

Menurut Een yang rumahnya dilintasi kabel dibawah jembatan ini, Jika tidak di perbaiki secepatnya akan mengancam nyawa warga yang tidak mengetahui bahwa ada kabel terkelupas tersebut.

" Ada sekitar 20 centimeter kabel PLN dan bolong yang sudah keluar serabutnya saat ini, jika dibiarkan ini sangat mebahayakan terlebih posisinya rendah sekali dikarenakan tiangnya sudah condong," tegas warga.

Een menegaskan persoalan ini sudah dilaporkan ke tingkat RT dan sudah diketahui Lurah Penyengat Rendah. Bahkan sudah melakukan pemberitahuan lansung kepada pihak PLN.

Warga lain Syamsul menyebutkan, sesekali kabel yang bolong akibat kabel induk sudah lama tergelatak ditanah tersebut memercikan api. Selain itu, Tidak menutup kemungkinan jika air di aliran sungai Batanghari mengalami peningkatan, kabel akan terkena air dan dapat menyentrum. " Kalau air naik ini lebih berbahaya, khawatirnya akan muncul korban jiwa," sebutnya.

Warga sangat berharap pihak terkait dalam hal ini PLN dapat memperbaiki tiang yang sudah robih dan menaikan kembali kabel yang tergelak di tanah saat ini, Sebelum timbul korban jiwa. " Jangan pula nanti sudah ada korban baru diperbaiki," pertegas Warga Penyengat Rendah.(CHR)

 

Penulis: Asryaf
Editor: Riyan