Rabu, 3 Maret 2021

Pasca Penemuan Mayat, KBM di SDN 18 Tebo Tengah Tetap Berlanjut

Senin, 24 Juni 2019 - 12:13:19
Kegiatan belajar mengajar di SDN 18 kecamatan Tebo Tengah...

Kegiatan belajar mengajar di SDN 18 kecamatan Tebo Tengah...

MUARATEBO - Pasca adanya penemuan mayat laki-laki membusuk yang bernama Darmawan Ginting (63) di komplek perumahan dinas guru SDN 18 desa Pancuran Gading Kecamatan Tebo Tengah, pada minggu (23/06/2019) malam, kegiatan disekolah tersebut masih dilakukan seperti hari biasanya.

" Siswa-siswi tetap sekolah, tidak ada pengaruhnya dengan penemuan mayat tadi malam. Kebetulan siswa kita sudah habis ujian, jadi kegiatan hari ini disekolah class meeting," kata salah seorang guru di SDN 18 bernama Nizarnis, saat disambangi di sekolah.

Saat ditanya terkait mayat laki-laki yang ditemukan warga membusuk di perumahan dinas guru tersebut, dirinya sama sekali tidak mengetahui apa penyebabnya. Pasalnya, pada jum'at (21/06/2029) lalu guru disini masih melihat Pak Ginting sarapan.

" Kemungkinan Bapak itu meninggal karena sakit, setau kami beliau sakit asam urat dan sudah komplikasi," jelasnya.

Nizarnis juga mengatakan bahwa Pak Ginting sudah tinggal di perumahan guru SD ini sejak tahun 1982 silam. Ia (Pak Ginting) tinggal di perumahan guru karena istrinya dulu juga mengajar di sekolah ini.

" Waktu masih hidup dia tinggal sendirian, dan sejak meninggal istrinya pada tahun 2018 lalu pola makan beliau kurang teratur," pungkas Nizarnis.

Sebelumnya, Warga Simpang 5, Pancuran Gading kelurahan Muara Tebo, Kecamatan Tebo Tengah dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di komplek perumahan guru SD Negeri Nomor 18 Kecamatan Tebo Tengah. Pada Minggu (23/06/2019) malam.

Mayat yang ditemukan warga berjenis kelamin laki-laki tersebut diketahui bernama Darmawan Ginting (63). Mayat tersebut diperkirakan sudah meninggal sejak 3 hari yang lalu. Pasalnya, mayat sudah mengeluarkan aroma busuk.

Di Tkp, polisi sudah memasang garis pembatas atau pilice line. Belum diketahui pasti apa penyebab kematian korban, jika dilihat dari usianya diduga korban meninggal karena sakit.

Penemuan mayat tersebut berawal dari saksi yang bernama Budiono (56) saat ingin mrnjenguk korban yang sudah tidak ada kabar. Hal tersebut atas permintaan keluarga korban yang berada di Desa Sungai Alai yang ingin mengetahui kabarnya.

" Awalnya istri saya di telpon keluarga korban yang berada di sungai Alai, dan saya langsung cek ke rumah korban. Pada saat itu ada aroma menyengat dari dalam rumah korban. Kemudian saya langsung melapor ke RW Setempat. Dan melaporkan ke pihak kepolisian," kata Budiono.

Atas penemuan mayat tersebut, belum ada keterangan pasti dari pihak kepolisian. Pasalnya, polisi, TNI dan warga sekitar tengah melakukan evakuasi korban dari dalam komplek perumahan guru di SD negeri 18 Pancuran Gading. (*)

 

Penulis: Tarmizi
Editor: Riyan