Sabtu, 6 Maret 2021

Warga Minta PETI Di Sungai Arai Dihentikan

Rabu, 31 Juli 2019 - 08:14:46

MERANGIN -Aktivitas Penambang Emas Tanpa Ijin (PETI) dengan menggunakan alat berat di Kabupaten Merangin kelihatannya susah diberantas.
Aktivitas tersebut selain merusak lingkungan hidup juga dianggap masyarakat sangat mengganggu roda perekonomiannya sebagai petani.
Adanya keluhan  dari masyarakat terkait PETI menggunakan alat berat,   mendapat tanggapan dari Bupati Merangin  Al Haris dengan mengumpulkan Camat dan kepala desa  yang wilayah kerjanya ada kegiatan  PETI.
Dimana Camat dan kepala desa pada tanggal 27 Juni 2019 yang lalu diberi dead line (batas waktu) oleh orang nomor satu di Merangin selama 3 (tiga) minggu, agar segala kegtiatan  PETI dan alat berat yang beroperasi agar dihentikan. Jika tidak camat dan kepala desa   akan dicopot dari jabatannya.
Namun dead line dan penegasan dari bupati sampai batas waktu terakhir kelihatannya tidak mempan dengan masih banyak laporan dari masyarakat adannya aktivitas PETI menggunakan alat berat didaerahnya.
Bukti masih adanya kegiatan PETI dengan menggunakan alat berat disampaikan salah satu warga Muara Siau, Kabupaten Merangin, Hamdan (45) beserta photo kepada awak media, Senin  (29/7) malam.
“Ini bukti photo masih adanya aktivitas PETI dengan alat berat di Tanjung Belit wilayah Sungai Arai,”jelasnya.
Jumlah alat berat yang beroperasi menurut Hamdam lebih dari 1 (satu) unit. Untuk keluar masuknya alat berat dan BBM dari pantauannya dari Desa Rantau Panjang.
“Saya bersama warga lainya minta kepada pemerintah dan pihak terkait agar aktivitas PETI ini segera dihentikan karena merusak lingkungan hidup dan mengganggu kehidupan urat nadi ekonomi petani,” tandasnya.
 
 
Penulis: Doni Sobri
Editor: Chairudin