Minggu, 5 Juli 2020

Selain Jalan Tanah, Puluhan KK di Sungai Aur Belum Tersentuh Listrik

Kamis, 19 September 2019 - 12:23:09
Tampak jalan yang berbeda di desa Sungai Aur yang masih berwarna merah...

Tampak jalan yang berbeda di desa Sungai Aur yang masih berwarna merah...

SENGETI - Seiring berjalannya kemajuan pembangunan di Negeri Sailun Salimbai, Kabupaten Muarojambi, di bawah kepemimpinan Bupati Masnah Busro, ternyata masih ada salah satu desa yang notabenenya masih berada di kawasan asal Bupati Muarojambi tersebut di Kecamatan Kumpeh yang masih gelap gulita, dan jalan tanah.

Desa yang jalanannya belum tersentuh pembangunan semenjak pemekaran Muarojambi dari Batanghari itu, yakni Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, sepanjang enam kilometer. Di desa itu juga, terdapat tidak kurang dari 60 KK yang masih belum teraliri listrik masih ketinggalan informasi terkini. Tepatnya, di Trans Sungai Aur, Dusun Sungai Bodo, desa setempat. Hal tersebut dipaparkan Indra Gunawan, Anggota DPRD Muarojambi, Dapil Kumpeh yang baru ngantor dua minggu terakhir, Rabu, (18/9) kemarin.

Indra menambahkan, usulan pembangunan jalan di desa dimaksud sudah berkali-kali diajukan. Namun, hingga sekarang belum ada titim terang. ” Sudah dibahas di Musrembang dari tingkat desa hingga ke kecamatan,” ulasnya. Terkait pembangunan jaringan listrik, di Trans Sungai Aur, Dusun Sungai Bodo, menurut Indra, informasi yang dia terima masih terkendala belum jelasnya status tanah tempat area transmigrasi dibangun yang konon katanya status tanahnya masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Berbak. "Tapi yang tinggal di situ kan manusia juga. Masak gelap gulita," katanya.

Indra berharap, pembangunan jalan sepanjang enam kilometer di desa di atas bisa dibantu oleh pihak Pemerintah Kabupaten Muarojambi, dengan dianggarkan melalui APBD kabupaten setempat di tahun 2020. " Kalau untuk pembangunan jaringan listrik di Trans Sungai Aur kita sudah koordinasi dengan pihak PLN Kota Jambi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada solusinya," ucapnya.(std)

 

Penulis: Sutan Muda Daulay
Editor: Riyan