Kamis, 12 Desember 2019

500 Hektare Tanaman Padi di Tanjabtim Terancam Gagal Panen

Kamis, 17 Oktober 2019 - 10:19:13

MUARASABAK - Kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) menyebabkan sedikitnya 500 hektare tanaman padi terancam gagal panen.

Kepala Dinas Tanaman Padi dan Holtikultura Tanjabtim Sunarno, melalui Kasi Produksi Tanaman Pangan Yoskamri mengatakan, 500 hektare tanaman padi yang terancam gagal panen tersebut tersebar di 4 kecamatan, yakni Geragai, Muara Sabak Barat, Dendang, dan Muara Sabak Timur.

Faktor utama penyebab tanaman padi petani terancam gagal panen karena faktor kekeringan yang sudah terjadi sejak tiga bulan lebih. Kondisi ini mengakibat tanaman padi menjadi kerdil dan kopong.

"Dengan jumlah 500 hektare lahan yang terancam gagal panen, dapat diestimasikan apabila dikonversi dalam Ton dengan petani mengalami kerugian sekitar 500 kali 4 Kg, sekitar 20 Ton Gabah Kering Panen (GKP)," terang Yoskamri.

Dikatakannya lagi, kekeringan lahan pertanian yang terjadi tahun 2019 ini, lebih besar dan parah jika dibandingkan dengan tahun 2015 silam. Hal ini disebabkan perbedaan jadwal tanam.

Pada tahun 2015 silam, Yoskarmi mengatakan meski kemarau, petani masih mendapatkan air, sehingga dampak kekeringan tidak terlalu mempengaruhi hasil produksinya.

"Jika dibanding tahun 2015 terbilang lebih parah tahun ini karena perbedaan jadwal tanam. Tahun 2015 tidak terlalu banyak kerugian meskipun musim kemarau mereka masih sempat panen," ungkapnya.

Adapun untuk mengantisipasi ancaman gagal panen tersebut, ada bantuan benih dari pusat. Dimana bantuan benih 3500 H tersebut difokuskan kepada petani dari 4 kecamatan yang terancam gagal panen.

"Solusinya dengan adanya bantuan benih dari pusat. Bantuan benih 3.500 hektare tersebut difokuskan bagi petani yang terancam gagal panen," pungkasnya
Penulis: Riyan
Editor: Kms Chairudin