Selasa, 12 November 2019

Konsumsi Kopi, Baik atau Buruk Bagi Kesehatan?

Kamis, 07 November 2019 - 11:59:15

Akhir-akhir ini, kedai kopi semakin menjamur di berbagai kota di Indonesia. Hampir seluruh pemiliknya memproduksi dan meracik sajian kopinya sendiri sebagai ciri khas.

Sasarannya tentu saja para pencinta kopi dari berbagai macam kalangan, terutama orang dewasa, tetapi tak pelak sebagian orang yang tidak terlalu suka kopi menjadi penasaran dan ikut mencoba. Selain menyajikan cita rasa kopi yang autentik, sebagian besar kedai kopi menyediakan tempat yang nyaman dan instagrammable, sehingga para millenial semakin tertarik untuk datang berkunjung.


Banyaknya jumlah kedai kopi tentu saja berdampak pada konsumsi kopi. Menurut data International Coffee Organization (ICO), Indonesia berada pada urutan ke-6 dari 10 negara dengan konsumsi kopi terbesar di dunia pada periode 2016/2017 sebanyak 276 kilogram. Data Kementerian Pertanian juga mengungkapkan bahwa konsumsi kopi di Indonesia diprediksi mencapai 370 ribu ton pada tahun 2021.


Kandungan utama pada sebuah kopi adalah kafein. Kafein merupakan salah satu zat stimulan psikoaktif yang paling sering digunakan untuk membantu kinerja kognitif dengan menstimulasi sistem saraf pusat. Kadar kafein yang terkandung didalam setiap kopi bervariasi dan dipengaruhi proses pengolahannya. Kopi yang diolah langsung dari biji kopi yang dipanggang mengandung kafein dengan rata-rata 85 mg per cangkir (150 ml). Pada kopi espresso, jumlahnya 106 mg per cangkir dan pada kopi instan sebanyak 60 mg per cangkir.


Toleransi konsumsi kafein berbeda-beda pada setiap orang. Pada umumnya, 300-400 mg kafein yang kira-kira setara dengan 4 cangkir kopi per hari merupakan asupan yang dianggap cukup bagi orang dewasa yang tidak memiliki masalah kesehatan. Sementara itu, ibu hamil tidak dianjurkan untuk mengonsumsi lebih dari 200 mg per hari. Kadar ini tentunya akan lebih rendah lagi pada remaja dan anak-anak.


Efek konsumsi kafein pada setiap orang tergantung pada beberapa faktor, antara lain dosis, jenis kopi, respon individual, usia, aktivitas fisik, asupan gizi dan berat badan. Jika masih dalam batas wajar, kafein dapat bermanfaat bagi tubuh dengan meningkatkan fokus dan laju metabolisme serta menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes. Namun, apabila dikonsumsi dalam dosis tinggi, kafein berpotensi menyebabkan kecemasan, tekanan darah tinggi, rasa mulas, jantung berdebar-debar bahkan insomnia. Efek ini dapat dirasakan oleh orang yang tidak terbiasa minum kopi, walaupun hanya mengonsumsinya sedikit.


Sebelum mengikuti tren, tentunya kita harus teliti dulu tentang dampaknya, terutama pada kesehatan. Bersantai minum kopi sambil menikmati senja memang syahdu, tapi jangan konsumsi kopinya secara berlebihan, ya. Ingat, kesehatan adalah aset masa depanmu.

 

Ditulis : Athiyyah Aryaza Putri
Mahasiswi Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sriwijaya.


Editor: Chairudin