Senin, 24 Februari 2020

PPM KB Hanya Tercapai 12,45 Persen

Selasa, 11 Februari 2020 - 10:12:31
Ilustrasi.

Ilustrasi.

MUARABULIAN - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) kabupaten Batanghari mengakui, target peserta Perkiraan Permintaan Masyarakat Keluarga Berencana (PPM-KB) baru sepanjang tahun 2019 sulit direalisasikan.

Kabupaten Batanghari sendiri diberikan target PPM KB baru tahun lalu sebanyak 8.375 akseptor oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Namun yang terealisasi hanya 1.043 akseptor atau 12,45 persen. Artinya sisa PPM KB baru tahun lalu sebanyak 7.332 akseptor.

”PPM KB baru yang di tetapkan oleh BKKBN tahun lalu 8.375 pasangan, dan terealisasi 1.043 pasangan atau 12,45 persen,” kata Kepala DPPKBP3A Batanghari, Tesar melalui Nirmawati S.Pd.I selaku Kabid Pengendalian Penduduk Data dan Informasi saat dikonfirmasi media ini di Muarabulian belum lama ini.

Nirmawati juga mengakui, bahwa PPM KB aktif pada tahun lalu juga tidak terealisasi seartus persen. Berdasarkan data yang ada, hingga akhir tahun 2019, PPM KB aktif yang ditargtekan sebanyak 48.503 akseptor, hanya terealisasi 21.745 akseptor atau 44,83 persen. Sementara sisa PPM KB aktif sebanyak 26.758 akseptor,” terangnya.

Nirmawati juga menjelaskan, salah satu faktor yang menyebabkan tidak terpenuhinya target realisasi PPM KB baru dan aktif pada tahun 2019 lalu, tidak lain dikarenakan adanya perubahan sistem terhadap pelaporan jumlah peserta KB,” kata Nirmawati.

Perempuan yang akrab disapa nenek ini juga mengakui, jika terkait realisasi PPM KB ini juga dialami Kabupaten/Kota di Jambi. Kendalanya sama, yaitu adanya perubahan sistem dalam pelaporan peserta KB dari pemerintah.

“Kalau tahun 2018 yang lalu kita masih menggunakan sistem lama, sehingga realisasi PPM KB di Batanghari bisa over target. Sementara di tahun 2019 ada perubahan sistem, sehingga realisasi PPM KB belum terealisasi seratus persen,” pungkasnya.(mon)

//ADO POTO LEPAS PADI SAWAH//

Pemkab Usulkan 2.000 Ha Benih Padi

MUARABULIAN – Pemerintah kabupaten Batanghari melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Batanghari setiap tahun menginginkan sektor tanaman pangan padi, palawija dan sayur-sayuran mengalami peningkatan.

Ketepatan waktu atau jadwal adalah salah satu faktor penentu dalam berusaha tani. Untuk maksud tersebut, setiap musim tanam pemerintah membantu petani baik dalam bentuk sarana produksi (benih, pupuk dan pestisida) maupun berupa sarana pendukung seperti pembangunan jaringan irigasi, waduk maupun fasilitas lainnya.

Pada tahun ini Pemkab melalui DTPH Batanghari telah mengusulkan bantuan  benih padi sawah sekitar 2.000 hektar dengan benih 50 ton melalui APBN ke Kementerian Pertanian.

Jumlah ini juga berdasarkan rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang sudah diusulkan ke Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Batanghari.

“Untuk kelompok sasaran penerima (CPCL) sudah ada,” kata Kabid Produksi Tanaman Pangan pada DTPH Batanghari, Isnen SP, ketika dikonfirmasi media ini beberapa hari lalu.                                    

Selain padi sawah, Isnen bilang, pihaknya pada tahun ini juga mengusulkan benih jagung seluas 500 hektar. Kemudian benih padi Gogo seluas 500 hektar, kedelai 200 hektar dan kacang tanah 100 hektar.

“Semua sudah CPCL dan saat ini tinggal menunggu realisasi dari pusat,” ujar Isnen.

Isnen juga berujar, bahwa pada tahun ini pemerintah Batanghari akan menyalurkan bantuan benih padi gratis sebanyak 25 ton melalui APBD, dan APBN melalui kementerian pertanian dengan kegiatan padi rawa sebanyak 40 ton.

Isnen berharap mudah-mudahan bantuan benih padi ini dapat meningkatkan ekonomi petani di Batanghari khususnya,”.

Penulis: Elmir Rayyan
Editor: Riyan