Sabtu, 6 Juni 2020

Kajari Batanghari Optimalisasikan PAD dan Pemanfaatan Dana CSR Perusahaan Pertambangan

Selasa, 18 Februari 2020 - 12:10:53
Dalam rangka meningkatkan mamfaat yang lebih baik melalui pendapatan daerah dan pemamfaatan dana CSR di kabupaten Batanghari sembilan perusahaan dikumpulkan di kantor Kejaksaan Batanghari.

Dalam rangka meningkatkan mamfaat yang lebih baik melalui pendapatan daerah dan pemamfaatan dana CSR di kabupaten Batanghari sembilan perusahaan dikumpulkan di kantor Kejaksaan Batanghari.

MUARABULIAN - Dalam rangka meningkatkan mamfaat yang lebih baik melalui pendapatan daerah dan pemamfaatan dana CSR di kabupaten Batanghari sembilan perusahaan dikumpulkan di kantor Kejaksaan Batanghari. Senin (17/02/2020).

Hadir dalam kesempatan di auala kejaksaan Batanghari Kajari Batanghari, Dedy Priyo Handoyo, Kepala Inspektorat Mukhlis, Sekertaris BKD Suparjono, Kasi Intel Kejari Batanghari Bayanula dan sembilan perwakilan perusahaan pertambangan di Kabupaten Batanghari.

Dalam kesempatan kemarin, Kajari Batanghari, Dedy Priyo Handoyo mengutarakan, untuk mengoptimalkan Optimalisasi penerimaan pendapatan asli daerah dan pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi pilihan.

"Ada beberapa hal terkait PAD Batanghari ada yang belum diselesaikan oleh perushaan sejak 2015, dan itu akan di cek ulang oleh pihak Pemkab dan akan di rekonsiliasi sebulan kedepan untuk kejelasannya,” ujar Kajari.

Tujuan kegiatan ini juga, kedepan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia maju dan menjamin iklim investasi di Kabupaten Batanghari.

“Diharapkan perusahaan yang menjalankan usahanya di Kabupaten Batanghari mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat, khususnya disektor pendidikan dan kesehatan, bukan hanya mengeksplorasi SDA daerah ini saja,” ujar Kajari.

Kajari mengharapkan, kontribusi terhadap penerimaan pendapatan dan pemanfaatan dana CSR perusahaan sangat membantu keuangan daerah, khususnya sektor pendidikan dan kesehatan. Dua sektor ini salah satu kunci terwujudnya SDM Indonesia maju.

“Saya optimis sektor pendidikan dan kesehatan akan menciptakan sumber daya masyarakat daerah ini jauh lebih baik. Hanya saja pelaksanaan kegiatan sektor pendidikan dan kesehatan dari dana CSR belum optimal,” katanya.

“Akibatnya berpotensi menimbulkan penyalahgunaan wewenang dan penyimpangan yang bermuara pada tidak tercapainya tujuan penyaluran dana CSR oleh perusahaan kepada masyarakat di Kabupaten Batanghari.

Penulis: Kms Chairudin
Editor: Riyan