Rabu, 1 April 2020

Diduga, Dua Wartawan yang Bertugas di Wilayah Muarojambi Diperlakukan Tidak Menyenangkan

Kamis, 20 Februari 2020 - 14:57:48

 

MUAROJAMBI - Dua wartawan harian yang bertugas di wilayah kabupaten Muaro Jambi merasa diperlakukan dengan tidak menyenangkan saat bertugas melakukan kegiatan jurnalistik. Hal ini dilakukan oleh salah seorang Petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan)
Dinas Pertanian dan Hortikultura kabupaten Muaro Jambi, Kamis siang (20/02/20).

Seperti yang diungkapkan, Samsul wartawan Tribunjambi.com, diketahui petugas POPT Dinas Pertanian dan Hortikultura kabupaten Muaro Jambi itu bernama Ferdinan. Petugas yang merupakan pegawai negeri sipil itu diduga melakukan tindakan yang kurang menyenangkan terhadap Wartawan.

"Saya datang untuk mengkonfirmasi masalah tanaman duku milik masyarakat yang ada di daerah Kumpeh, yang saat ini banyak yang mati mendadak pada pihak terkait, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Muaro Jambi. Namun dalam kesempatan ini Kepala dinas Pertanian tidak berada di tempat lantaran sedang melaksanakan Umroh," sebutnya.

Sementara itu, staf yang ada mengarahkan untuk bertemu dengan Ferdinan selaku Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Muaro Jambi. Namun, saat dikonfirmasi hal tersebut dirinya malah mempertanyakan berita yang ada. Saat di konfirmasi Ferdinan juga bersikap seolah tidak ingin di konfirmasi terhadap pemberitaan duku yang mati secara mendadak tersebut dan menjawab dengan nada tinggi.

"Kalian kan sudah buat beritanya, apalagi yang mau kalian tanyakan. Seharusnya sebelum buat berita itu kalian tanya dulu sama petugas, kalo sekarang berita sudah kalian naikan mau konfirmasi apalagi," ujar Ferdinan dengan nada agak meninggi.

Lebih lanjut masih ditanya soal duku yang mati, Ferdinan kembali menyebutkan bahwa duku yang mati di Kumpeh sama kasusnya dengan yang ada di Desa Sekernan.

"Dulu kan kamu ada ikut yang di sekernan itu kan, sama aja jamur, itu juga yang di sana. Mana surat tugas kalian minta data (konfirmasi) ini?," masih dengan nada tinggi.

Takhanya itu, Novi wartawan Jek TV mengatakan, dalam kesempatan ini, Dua wartawan media cetak dan TV itu saat melakukan konfirmasi mengeluarkan ID Card sebagai tanda pengenal. Melihat hal itu Ferdinan pun hanya terdiam, kemudian dilanjutkan dengan Ferdinan yang masih membahas soal berita yang naik tanpa konfirmasi dari petugas pertanian. Ia menyebutkan berita yang ada tidak perlu di konfirmasi lagi lantaran sudah naik.

"Beritanya kan sudah naik juga, jadi apalagi yang mau di konfirmasi. Jamur yang menyerang itu sama juga dengan yang di sekernan," ucapnya.

Karena merasa tidak ditanggapi dengan baik, akhirnya kedua wartawan itu pun keluar dari ruangan tersebut, Ferdinan juga sempat mengucapkan terima kasih.

"Terima kasih lah ya dek kalian sudah ke sini," pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Jeki Santoso selaku ketua Aliansi Wartawan Harian Aktif Muaro Jambi (Aswhaja) mengaku sangat menyayangkan hal tersebut.

"Saya sangat menyayangkan kejadian seperti ini, padahal kegiatan jurnalistik sudah diatur dalam undang-undang, tentang kebebasan pers. Saya harap kepada atasan nya dari orang yang bersangkutan itu untuk bisa menegur bawahannya, sehingga hal ini tidak perlu terjadi lagi," tutupnya.

 

Penulis: Sutan Muda Daulay
Editor: Riyan