Sabtu, 28 Maret 2020

Status 27 ODP Covid-19 di Batanghari Selesai, 53 Orang Masih Dalam Pemantauan

Selasa, 24 Maret 2020 - 14:35:08
Kepala Dinas Kesehatan Batanghari, dr. Elfie Yennie...

Kepala Dinas Kesehatan Batanghari, dr. Elfie Yennie...

 

MUARABULIAN – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Batanghari, dr Elfie Yennie mengaku, sampai hari ini Selasa (24/3/2020) jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Virus Covid-19 di kabupaten Batanghari berjumlah 80 orang. Namun dari jumlah tersebut, terdapat 27 orang sudah selesai dilakukan pemantauan.  

Elfie Yennie menjelaskan, ODP ini yang memenuhi kriteria pertama apakah seseorang itu punya riwayat kontak dengan penderita yang terkonfirmasi positif atau dia berkunjung ke sebuah fasilitas pelayanan kesehatan yang di situ ada pasien yang terkonfirmasi positif. Kemudian kriteria yang kedua adalah, bilamana seseorang merasakan keluhan seperti demam, batuk, pilek dan kemudian ada riwayat seseorang itu baru pulang dari daerah terjangkit, maka itu bisa kita kategorikan ODP juga.

Untuk ODP ini sendiri, diakui Elfi Yennie penanganannya adalah yang pertama mereka harus melapor dengan pasilitas kesehatan (Paskes) terdekat. “Mereka boleh melapor lewat telepon, nanti kita yang akan tindaklanjuti kelapangan,” terang Elfi Yennie.

Kemudian, lajut Elfie Yennie, ODP ini harus melakukan isolasi rumah minimal selama 14 hari, dan selama isolasi tersebut akan dipantau oleh petugas kita dari puskesmas, dan berikutnya jika selama 14 hari itu yang bersangkutan tidak ada keluhan apa-apa, berarti kita nyatakan dia selesai ODP atau bisa dibilang sehat. Akan tetapi misalnya di dalam pemantauan itu ada gejala yang buruk, misalnya ada terjadi sesak napas, itu akan dialukukan penilaian ulang, bisa jadi yang bersangkutan akan naik tingkat dari ODP menjadi ke status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Kalau sudah PDP, kata Elfie, maka yang bersangkutan harus dirujuk ke rumah sakit.

“Kita ada juga rumah sakit rujukan di Batanghari yaitu rumash sakit Hamba. Di rumah sakit nanti, PDP akan dirawat di ruang isolasi dan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah dia positif atau tidak,” jelas Elfie Yennie.

Elfi Yennie juga mengakui, bahwa rata-rata 80 ODP di Batanghari stabil dan tidak ada yang naik tingkat dari ODP ke PDP. Dari ODP yang ada sekarang, Elfi Yennie bilang, bermacam-macam, kebanyakan mereka baru pulang tugas atau pejalanan tugas dari luar daerah, ada juga yang baru pulang umroh dan ada juga masyarakat umum yang baru dari perjalanan dari daerah yang berkemungkinan untuk urusan keluarga atau anak yang baru pulang ke rumah dari luar daerah.

“Rata-rata kita hampir setiap kecamatan ada ODP, karena ini memang salah satu cara strategi kita dalam pengamatan penyakit secara terus menerus. Ini maskudnya adalah untuk meningkatkan kewaspadaan, karena ODP ini sebenanya penilaian awal apakah nanti seseorang ini yang kemungkinan bisa menjadi sumber penularan,” ujarnya.

“Namun saya harapkan masyarakat jangan salah memahami ini, jangan kemudian data ODP ini kemudian nanti menimbulkan keresahan,” tambah Elfie.  

Elfie Yennie juga menjelaskan, bahwa meskipun ODP ini selesai pemantauan selama 14 hari itu, bukan berarti sama sekali dia dijamin dia bukan Covid-19, tetapi sebenarnya selesai 14 hari itu artinya selesai masa pemantauan, karena itu tahap awal dan kita bisa katakan ODP sementara stabil, namun kita tetap waspada.

Yang perlu harus kita waspadai adalah, bilamana setelah itu nanti ada keluhan lagi, kita harapkan meskipun ODP ini sudah selesai pemantauan diharapkan di untuk melapor kembali ke petugas yang ada,” ujarnya.  

Diwartakan sebelumnya bahwa Kadinkes menuturkan, bahwa kabupaten Batanghari sudah ditetapkan status tanggap darurat melalui SK Bupati tertanggal 17 Maret 2020 dan pada tanggal 18 Maret sudah dibentuk tim tanggap darurat penanggulangan wabah Covid-19 yang diketuai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari. Dimana kabupaten Batanghari belum ditemukan kasus tersebut, tapi kita tetap waspada.

Menurut Kadinkes, kabupaten Batanghari sudah termasuk daerah yang beresiko tinggi, karena daerah sekeliling kita (Batanghari) sudah terkena virus Corona, seperti Medan, Riau, Kalimantan dan Sulawesi.

Terkait hal itu, kata Kadinkes, Bupati Batanghari telah mengintruksikan untuk menggunakan dana tanggap darurat untuk digunakan dalam upaya pencegahan virus Covid-19. Dimana Dinas bersama RS akan menggunakan dana tersebut untuk menanggulangi virus tersebut,” ujarnya.

Oleh kaeran itu Kadinkes meminta agar masyarakat Batanghari untuk tidak panik, karena ODP adalah orang yang dalam pemantauan, bukan orang yang positif terjangkit Corona atau Covid-19.

Penulis: Elmir Rayyan
Editor: Riyan