Sabtu, 10 April 2021

Petani Keluhkan Lambannya Penyaluran Obat dari Dinas Pertanian Muarojambi

Jumat, 12 Juni 2020 - 10:21:56

MUAROJAMBI - Lambatnya penyaluran Obat-obatan dan pupuk organik cair yang merupakan kebutuhan penting bagi para petani, terutama dimasa produksi seperti sekarang ini, menjadi keluhan bagi para petani yang ada di kabupaten Muaro Jambi.

Seperti yang dikeluhkan Heri salah satu petani dari kelompok tani Kecik Betuah, kecamatan Sekernan. Ia mengaku penyaluran obat dan pupuk yang merupakan kebutuhan penting bagi petani sangat sulit didapat, bahkan pengajuan proposal ke Dinas pertanian yang di masukannya pun seakan percuma karena tidak ada kejelasan.

"Dimasa produksi seperti sekarang ini, tentunya obat-obatan dan pupuk itu sangat kita perlukan, namun penyaluran nya dari dinas pertanian kabupaten Muaro Jambi sangat sulit di dapat," sebutnya.

Bahkan ia menyebut, petani sudah mengajukan bantuan berupa proposal namun tidak kunjung ditanggapi, ia berharap kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan kebutuhan petani, terutama di dinas pertanian kabupaten Muaro Jambi.

"Kita sudah ajukan proposal untuk meminta bantuan pupuk dan obat-obatan yang kita butuhkan, namun sampai saat ini masih belum terealisasi. Petani itukan tidak dilarang untuk mengajukan proposal
sebelum menanam dan sebelum terkena serangan hama, sebagai Antisipasi persiapan sebelum serangan tiba. Kalau sudah diserangan hama baru mengajukan, maka tanaman mati permintaan baru terkabulkan. Bagaimana petani bisa ketemu dengan yang namanya Petani sejahtera bangsa berjaya itu," tuturnya.

Menanggapi hal ini, Kabid Hortikultura dinas pertanian kabupaten Muaro Jambi, Ir. Candra Triwati mengatakan, dimasa pandemi Covid-19 ini anggaran dinas pertanian kabupaten Muaro Jambi ikut terpangkas, sehingga ketersediaan pupuk dan obat-obatan saat ini tidak mencukupi.

"Tentulah ada proses bagi petani untuk bisa mendapatkan Obat-obatan itu, misalnya tanaman petani terserang hama atau virus, petani harusnya melapor dulu kepada penyuluh. Nanti penyuluh nya turun memeriksa kelapangan, baru kita tau jenis penyakitnya apa, dan obat yang dibutuhkan apa, kemudian kapasitas nya berapa, setelah ada surat merah dari penyuluh baru bisa keluarkan obatnya," sebutnya.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada para petani untuk dapat memahami prosedur dalam setiap pengajuan bantuan ke dinas pertanian.

"Petani kita imbau untuk bisa mengikuti prosedur yang ada, tentunya kita memberikan bantuan kepada petani yang membutuhkan sehingga bantuan yang disalurkan bisa tepat sasaran," tandasnya.

 

Penulis: Sutan Muda Daulay
Editor: Riyan