Jumat, 7 Agustus 2020

Cek Hewan Qurban, Disbunnak Turunkan 32 Petugas

Senin, 13 Juli 2020 - 14:11:07
Ilustrasi

Ilustrasi

 

MUARABULIAN – Kesehatan hewan qurban yang akan dipotong pada saat Hari Raya Idul Adha 1441 H/2020 M nanti, harus bebas dari segala penyakit yang bisa membahayakan manusia dan juga ternak lainnya. Soalnya daging qurban yang akan dipotong tersebut, nantinya akan dibagikan kepada masyarakat untuk dikonsumsi.

Kepala Dinas Per
kebunan dan Peternakan (Disbunnak) kabupaten Batanghari, Irwan A.Md, SP melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Yannofa  mengakui pihaknya sedang membuat surat tugas kepada tim yang akan melakukan pengecekan kesehatan ternak qurban yang terdiri dari tim medis seperti dokter hewan.

Menurutnya, 
ada 32 orang petugas yang akan diturunkan untuk melakukan pengecekan kesehatan hewan qurban sebelum dan sesudah dipotong nantinya. Puluhan petugas tersebut nantinya akan dibagi 4 orang petugas per kecamatan.

“Ada 4 petugas untuk satu kecamatan yang nantinya mengecek kesehatan hewan qurban sebelum dan sesudah dipotong,” kata Yannofa kepada media ini pada Kamis (9/7/2020).

Yannofa bilang, petugas akan diturunkan pada H-2 hingga lebaran nanti. Mereka nantinya akan bekerja untuk mengecek kesehatan hewan ternak yang akan dipotong sebelum dan sesudah hewan dipotong.  

“Tim ini langsung turun ketiap-tiap pasar tradisional yang ada di Batanghari, seperti Keramat Tinggi dan PU Muaratembesi,” ucapnya.

Jika ditemui keganjilan terhadap hewan kurban yang telah dipotong, maka daging tidak diperbolehkan untuk diedarkan dan dikomsumsi oleh warga.

“ Kami akan melarang peredaran daging itu, karena daging itu berbahaya bagi kesehatan apabila dikomsumsi manusia,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pemeriksaan sebelum pemotongan hewan (ante morten) meliputi pemeriksaan seluruh badan, yang dinilai dari kepala hingga kaki hewan kurban. Setelah diperiksakan hewan itu layak potong barulah diberikan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) petanda hewan itu sehat dan boleh dipotong,” jelasnnya.

Kemudian, lanjutnya, setelah pemotongan dilakukan pengecekan kualitas kesehatan daging, jika pada daging yang telah dipotong itu yang dilihat dari kondisinya terlihat dengan mata. Misalnya ada perubahan pada paru-paru, hati dan limpah mengacu pada kondisi normal, seperti limpah bengkak dan ukurannya menjadi dua kali lipat dari ukuran satndar normal, tentunya bisa dicurigai daging itu terjangkit penyakit Antrax. Hal seperti inilah daging itu tidak boleh dikomsumsi warga.

“Tujuan kami melakukan pengecekan ini tak lain untuk menjaga kesterilan dan jaminan kesehatan hewan ternak, agar tidak menimbulkan hal yang kurang baik dibelakang hari nanti bagi kesehatan warga yang mengkomsumsinya,” tandasnya.

 

Penulis: Elmir Rayyan
Editor: Riyan