Senin, 20 September 2021

Miris, Peminat Siswa Baru Tingkat SMP di Batanghari Terjun Bebas

Selasa, 06 Juli 2021 - 15:13:39
ilustrasi/doc.bn

ilustrasi/doc.bn

MUARABULIAN – Calon peserta didik baru yang mendaftar di sekolah tingkat SMP Negeri di kabupaten Batanghari mengalami penurunan. Kondisi ini tidak ditampik sejumlah sekolah yang menerima peserta didik baru untuk tahun pelajaran 2021/2021 ini.

Kondisi ini juga dialami oleh SMP Negeri 3 Batanghari dari jumlah delapan kelas yang disediakan baru terpenuhi tujuh kelas yang mendaftar.

“ Kuota kita sediakan ada sebanyak 226 siswa baru baru cukup untuk tujuh kelas, belum terpenuhi target delapan rombel, belum sampai di angka dua ratus,” ujar Rahmini, Kepsek SMPN 3 Batanghari diwawancarai Selasa (06/07/2021) kemarin.

Jumlah tersebut berkurang dari jumlah tahun 2020 lalu. Kata Kepsek bahwa pendaftar yang masuk memang jumlahnya sedikit. Disebutkannya, soal efek dari zonasi juga tidak terlalu jauh mengamatinya.

“ Dulukan SMP tiga kan banyak, karena siswa dari luar juga banyak. Karena memang zonasi ini dibatasi ditengah antar sekolah satu dan lainnya diambil titik tengah. Kalau dari segi zonasi pembagiannya sudah paslah,” imbuh Rahmini.

Kondisi ini juga sebenarnya bukan hanya SMPN 3 Batanghari saja, dari SMP Negeri yang lain juga mengalami kondisi yang sama, siswanya juga berkurang. Rahmini, berpikir juga ada benarnya soal dampak covid-19 sekolah umum yang masih daring tidak menjadi pilihan orang tua. Namun lebih memilih anaknya masuk ke pondok pesantren yang notabenya tetap melaksanakan KBM tatap muka.

Hal sama dikatakan Sofian Kepsek SMPN 20 Batanghari, sampai satu hari sebelum pendaftaran ditutup memang siswa belum terpenuhi, dari  tiga kelas yang disediakan untuk siswa baru dua lokal yang baru mendaftarkan diri ke sekolah.

“ Sampai hari ini, ada 70 siswa baru yang mendaftar, sementar kuota kita ada 96 masih kurang satu kelas, tahun sebelumnya terpenuhi. Kita lihat sampai hari terakhir besok apakah terpenuhi atau tidak,” cetus Sofian.

Tidak berbeda juga dengan SMPN 21 Batanghari, kondisi berkurangnya siswa yang mendaftar pada tahun ini juga dialaminya. Abdul Kadir Kepsek menyebutkan, bahwa siswa yang mendaftar baru 94 anak. Sementara kuota yang kita sediakan sebnayak 192 siswa. “ Sampai detik ini dari data panitia PPDB sekolah kita baru 50 persen siswa yang mendaftar dari target kuota kita. Hal ini dari info yang didapat, hampir semua SMP mengalami hal  yang sama,” sebut Kadir.

Soal penyebab minat orang tua menyekolahkan anaknya masuk ke SMP Negeri tampaknya pengaruh juga dari dampak Covid-19 saat ini. Kemudian anak juga lebih cenderung kepada belajar tatap muka. Berkaitan dengan itu, orang tua lebih memilih pendidikan yang belajar tatap muka, dan hari ini tidak bisa ditutupi Pondok pesantren sangat diminati anak dan orang tuanya. Karena, disana anak-anak dapat belajar tatap muka.

Meski demikian, Seperti SMP Negeri 2 Batanghari yang berada dikecamatan Bajubang, kabupaten Batanghari masih ada SMP yang mampu bertahan dengan kuota yang harus terpenuhi. “ Untuk SMPN 2 Batanghari masih sama tahun kemarin siswa yang mendaftar. Ada empat kelas yang kita terima dan itu sudah hampir terpenuhi,” ujar Kepsek SMP Negeri 2 Batanghari Saipul kemarin.

Berkaitan berkurangnya peminat siswa baru masuk SMP Negeri di kabupaten Batanghari, belum ada tanggapan dari Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Baangahri Agung Wihadi.

 

Penulis: Kms Chairudin
Editor: CH/EL