Senin, 26 September 2022

Anggota DPRD Provinsi Jambi, Kemas Al Farabi jadi Narasumber Seminar Hari Santri di Unja

Sabtu, 20 November 2021 - 21:16:41

 

BATANGHARINEWS.COM - Kepada Mahasiswa milenial yang tumbuh pada era digital, Kemas Al Farabi berpesan  agar terus meningkatkan kecerdasan intelektual, entrepreneurship, terampil dan integritas.
 
"Miliki kepribadian luhur yang ditunjang sikap optimisme dan kepercayaan diri, juga kreativitas dan koneksi atau networking melalui organisasi," kata Anggota DPRD Provinsi Jambi, Kemas Al Farabi saat menjadi Narasumber pada acara seminar hafi santri nasional yang diadakan oleh Mahasiswa Universitas Jambi, Jum'at (18/11/2021).
 
Mengawali talkshow, Anggota DPRD Provinsi Jambi, Kemas Al Faraby memaparkan secara rinci sejarah masuknya islam di nusantara serta berdirinya pesantren oleh Sunan Gresik dan diteruskan anaknya sunan ampel.
 
Dalam perkembangannya, kata dia pesantren-pesantren salaf itu mengajarkan kitab islam klasik oleh ulama abad pertengahan yang terbagi dalam golongan keilmuan nahwu sharaf, Fiqh, Usul Fiqh, hadist, tafsir, tauhid, tassawuf, etika, tarikh dan balaghoh.
 
Sejarah mencatat, lanjut Pria yang akrab dengan sapaan "Bg Al" itu, kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari kontribusi besar dan nyata oleh kalangan santri dan umat islam salah satunya melalui resolusi jihad oleh KH Hasyim Asyari dalam menentang tentara sekutu.
 
Tidak hanya sampai disitu, ia menjelaskan bahwa dalam mempertahankan kedaulatan Negara, peran para santri ialah menghadapi paham-paham radikal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan.
 
"Santri berkontribusi bagi gerakan islam moderat, inklusif dan konstruktif," ujarnya.
 
Atas dedikasi itu, sambungnya Pemerintah memberikan pengakuan sekaligus hadiah bagi kaum santri dan umat islam sehingga terbitlah keputusan Presiden Republik Indonesia No 22 Tahun 2015 yang menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai hari santri.
 
Dilanjutkannya, Pemerintah kemudian menetapkan UU no 18/2019 tentang Pesantren dan Peraturan Presiden no 82 tahun 2021 tentang pendanaan penyelenggaraan pesantren.
 
"Berdasarkan data Kementrian Agama saat ini terdapat 18,49 juta santri yang belajar di 28.194 pondok pesantren yang tersebar diseluruh Indonesia," bebernya.
 
Acara yang digelar di lantai 3 Balairung Unja itu dihadiri oleh Wakil Gubernur Jambi, H. Abdulah Sani, Wakil Rektor 3 DR. Tedja Kaswari, Anggota KPUD Suparmin dan diikuti langsung oleh 110 orang mahasiswa serta 500 orang mahasiswa melalui zoom meating.
 
 
 
 

 

 
Penulis: M. Tami
Editor: Riyan