Rabu, 28 September 2022

Sapi Warga Kelurahan Teratai Terjangkit PMK

Kamis, 02 Juni 2022 - 14:48:34
Ilustrasi

Ilustrasi

BATANGHARINEWS.COM - Tiga ekor sapi milik peternak di Kabupaten Batanghari terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Virus tersebut menyerang hewan ternak milik warga Rt. 07 Kelurahan Teratai, Kecamatan Muara Bulian.

Pemilik ternak mengatakan, sapi yang terpapar virus PMK itu baru dibelinya beberapa minggu yang lalu.

"Tiga ekor sapi tersebut baru saya beli beberapa minggu yang lalu di pasar ternak Muara Bulian. Sapi yang saya beli itu berasal dari Sumatera Selatan," katanya, Selasa (31/05/2022).

Pemilik ternak mengaku baru mengetahui kalau sapi yang ia beli saat itu terpapar virus PMK setelah petugas Dinas Perkebunan dan Perternakan Kabupaten Batanghari mendatangi dan melakukan pemeriksaan.

"Saya baru tahu saat petugas mendatangi dan melakukan pemeriksaan terhadap hewan, dan petugas memberitahukan kepada saya bahwa ada tiga sapi yang terpapar virus PMK," jelasnya.

Sapi yang terpapar virus PMK tersebut kini telah ditangani oleh dinas. Dan untuk kandang sapi rutin disemprot desinfektan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Perternakan Kabupaten Batanghari, Irwan, A.Md membenarkan ada hewan ternak yang terpapar virus PMK.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang diterima dari Laboratorium Balai Veteriner Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Telah dipastikan bahwa tiga sapi milik peternak di kelurahan teratai Rt 07 terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)," ujarnya.

Atas temuan virus tersebut, Disbunak mengambil langkah cepat agar virus ini tidak menyebar ke ternak yang lainnya.

"Kita telah mengambil langkah cepat agar hewan yang terpapar virus PMK itu segera di isolasikan ke tempat yang lain agar hewan ternak yang berada tempat itu tidak ikut terpapar juga," sebut Irwan.

Hal ini perlu diwaspadai agar penyakit tersebut tidak menular ke ternak lainnya.
Untuk mengantisipasi penyebaran PMK, lanjutnya, pihaknya sudah melakukan pengecekan di setiap cek poin peternakan sapi.

Selain itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunak Batanghari, Tuanku Hafiq menjelaskan, beberapa ciri-ciri klinis ternak tersebut.

PMK pada hewan ternak disebabkan oleh virus. Meski penyakit yang disebabkan virus ini tidak bersifat zoonosis atau menular dari hewan ke manusia, namun tingkat penyebaran virus yang sangat cepat dari hewan ke hewan bisa menimbulkan kerugian ekonomi.

"Penyebaran virus PMK bisa terjadi akibat kontak langsung, atau melalui udara (airborne). Tidak hanya dari hewan ke hewan saja, penularan juga bisa terjadi dari kontak manusia pada hewan yang sakit kepada hewan yang sehat tanpa disinfeksi terlebih dulu," jelasnya.

Ia juga menjelaskan, penyakit ini menyebabkan lepuh yang terdapat pada lidah, gusi, hidung dan kuku hewan yang terinfeksi.

"Meskipun tingkat kematian akibat PMK rendah, namun penyakit ini sangat menular dengan tingkat kesakitan atau morbiditas yang relatif tinggi mencapai 100 persen," tutupnya.

Penulis: Istimewa
Editor: Riyan