Senin, 3 Agustus 2026

Anwar Sadat dan Katamso Nikmati Madihin hingga Kuliner Banjar di Malam Seni Kuala Tungkal

Senin, 03 Agustus 2026 - 20:09:50

 

KUALA TUNGKAL – Alun-Alun Kota Kuala Tungkal berubah menjadi panggung megah keberagaman pada Minggu malam (02/08/2026). Dalam rangkaian Bulan Serengkuh Dayung Serentak ke Tujuan, Pentas Seni Budaya Paguyuban Suku Sunda dan Keluarga Bubuhan Banjar sukses memukau ribuan warga yang memadati lokasi. Lebih dari sekadar pertunjukan, malam ini menjadi bukti nyata bahwa pemimpin Tanjung Jabung Barat tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga larut dalam kehangatan budaya rakyatnya.
 
Dipimpin oleh Bupati Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Wakil Bupati Dr. H. Katamso, S.A., S.E., M.E., serta Ketua TP PKK Hj. Fadhilah Sadat, S.H., acara dibuka dengan atraksi spektakuler pencak silat berpadu tari penyambutan khas Kalimantan Selatan. Perpaduan gerak yang enerjik ini langsung menyedot perhatian penonton, menandai dimulainya pesta budaya yang meriah.
 
Panggung Kolaborasi: Dari Jaipong hingga Hadrah Al Banjari
 
Tidak ada sekat antara pejabat dan seniman di atas panggung. Setelah pembukaan, giliran Tari Jaipong, Tari Baris Barantai, paduan suara Sunda, dan Hadrah Al Banjari bergantian menghibur. Puncaknya adalah penampilan seni Madihin dan medley lagu-lagu Banjar yang membuat suasana semakin akrab.
 
Yang paling menyentuh hati adalah momen ketika Bupati Anwar Sadat, Wabup Katamso, dan Ibu Fadhilah berbaur bersama masyarakat. Mereka tidak duduk terpisah di meja kehormatan, melainkan menikmati suguhan seni sambil berinteraksi langsung dengan para pengisi acara dan pengunjung. Senyum lebar dan tepukan tangan pimpinan daerah menjadi apresiasi tertinggi bagi para seniman lokal.
 
Malam kebudayaan ini kemudian ditutup dengan penampilan gemilang dari Persatuan Pasundan Jambi (PPJ) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menegaskan bahwa harmoni antar-suku bukan isapan jempol, melainkan realitas yang hidup di Bumi Serengkuh Dayung.
 
Pesta Rasa: Kikicak, Siomay, dan Hangatnya Persaudaraan
 
Selain memanjakan mata dan telinga, panitia juga menyajikan pesta kuliner yang menggugah selera. Pengunjung dapat mencicipi autentiknya rasa Banjar melalui kikicak, wadai giping, sari muka, cangkuduk bawang, guguduh banyu, dan hamparan tatak. Sementara itu, lidah penikmat kuliner Sunda dimanjakan dengan siomay, cilok, dan es doger yang segar.
 
Perpaduan cita rasa ini menjadi metafora indah dari kehidupan bermasyarakat di Tanjab Barat: berbeda asal, berbeda rasa, namun tetap satu dalam kebersamaan.
 
Simbol Persatuan di Tengah Perayaan Ganda
 
Kehadiran Sekda beserta istri, para Kepala OPD, Camat Tungkal Ilir, Pengabuan, Seberang Kota, Kuala Betara, Ketua Persit KCK Cabang XXVI Kodim 0419/Tanjab Ny. Trias Zulhiardi, Ketua HKKN Provinsi Jambi Kombes Pol. (Purn.) Drs. H. Herman Ismail, S.H., M.H., serta ketua paguyuban suku Sunda H. Ruhiyat dan Keluarga Bubuhan Banjar H. Abd. Jalil, menunjukkan dukungan penuh seluruh elemen terhadap pelestarian budaya.
 
Sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat, pentas seni ini lebih dari sekadar hiburan. Ia adalah deklarasi bahwa kemajuan daerah dibangun di atas fondasi persatuan dan penghormatan terhadap identitas setiap kelompok masyarakat. Di bawah langit Kuala Tungkal, perbedaan justru menjadi kekuatan yang mempererat ikatan "Serengkuh Dayung" menuju masa depan yang BERKAH Madani.
Penulis: Andi
Editor: Raden Denni