TANJAB BARAT – Aura spiritual menyelimuti Pondok Pesantren Al-Baqiyatush Shalihat, Rabu (23/09/2026). Ribuan jamaah dari berbagai penjuru, mulai dari ulama, masyayikh, hingga santri, tumpah ruah memadati lokasi Haul Akbar Sultanul Aulia Sayyidi Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dan Milad Ke-47 Majlis Ta'lim Al-Hidayah.
Bukan sekadar ritual tahunan, agenda yang juga menjadi primadona wisata religi Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini berubah menjadi panggung gagasan besar tentang relevansi kesalehan sosial di era modern.
Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., yang hadir didampingi Ketua TP PKK Hj. Fadhilah Sadat, S.H., menyampaikan pesan yang menohok di tengah khidmatnya suasana. Ia menegaskan bahwa warisan terbesar Syekh Abdul Qadir Al-Jailani bukan hanya zikir di atas sajadah, melainkan integritas di tengah hiruk-pikuk dunia.
Tasawuf di Tengah Pasar dan Kantor
Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat mengutip karya agung *Al-Ghunyah*, mengingatkan jamaah bahwa syariat dan tasawuf adalah dua sayap yang tak terpisahkan.
“Nilai-nilai tasawuf tidak hanya hidup di majelis dan masjid, tetapi juga di rumah, pasar, kantor, serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Bupati di hadapan para tokoh agama dan Forkopimda yang hadir.
Pesan ini menjadi kritik halus namun penting bagi pembangunan daerah. Menurut Sadat, fisik yang maju tidak ada artinya jika dibangun oleh manusia yang kering spiritualitasnya.
“Pembangunan fisik perlu diimbangi dengan pembangunan manusia yang jujur, berakhlak, dan berintegritas. Inilah semangat *madani* yang kita tuju,” tambahnya.
Tantangan Generasi: Religius dan Profesional
Menatap wajah-wajah muda para santri yang hadir, Bupati Sadat melemparkan tantangan. Di era teknologi 2026 ini, ia tidak ingin generasi muda Tanjab Barat hanya pandai mengaji namun gagap teknologi, atau sebaliknya, canggih secara skill namun rapuh secara moral.
“Daerah kita membutuhkan generasi yang religius sekaligus profesional. Kuat ilmunya, bersih hatinya, namun juga adaptif terhadap zaman,” seru Bupati.
Silaturahmi Para Wali dan Ulama
Kehadiran Wakil Gubernur Jambi, Wakil Bupati Bungo, hingga perwakilan dari Kabupaten Indragiri Hilir menandakan bahwa Tanjab Barat kini telah bertransformasi menjadi pusat gravitasi spiritual di wilayah ini.
Suasana semakin khidmat saat Tuan Guru KH. Muhammad Syafi’i Aslam dari Pondok Pesantren Sifyaul Qulub, Samarinda, mengisi tausiah. Ia mengingatkan bahwa di tengah dinamika zaman yang penuh gejolak, "obat" utamanya adalah meneladani *tawadhu* (kerendahan hati) dan kedermawanan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.
“Jaga persatuan. Akhlak Nabi dan para Ulama adalah kompas kita agar tidak tersesat di tengah badai zaman,” pesan KH. Syafi’i Aslam.
Acara yang diawali dengan lantunan ayat suci oleh Rijalul Fiqri (Qari remaja putra MTQ Nasional asal Jambi) ini ditutup dengan doa bersama, menyisakan harapan agar keberkahan Haul ini tidak hanya terasa di Ponpes Al-Baqiyatush Shalihat, tetapi meresap hingga ke sendi-sendi kehidupan masyarakat Tanjung Jabung Barat.
Penulis: Andi Editor: Raden Denni








