Sabtu, 14 Desember 2019

Kejari Terima Uang Denda Rp 100 Juta rupiah Dari Anak Mantan Kepala BPN Tebo

Rabu, 26 Desember 2018 - 15:25:18

MUARATEBO  - Tim Pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan negeri (Kejari) Tebo, Rabu (26/12) kemarin sekitar pukul 11:00 Wib menerima uang denda dari keluarga mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tebo atas nama Hasnadi, terpidana kasus gratifikasi sertifikat prona yang terjadi pada tahun 2011 silam.
 
"Ya, hari ini kita telah menerima uang denda dari keluarga atau anak Hasnadi bernama Yovi Nando sebesar 100 juta rupiah," kata Kasi Pidsus Kejari Tebo, Efan Apturedi usai menerima uang denda dari pihak keluarga Hasnadi.
 
Efan juga mengatakan bahwa uang denda yang di terima Kejari Tebo langsung di setor ke Kas Negara melalui Bank BRI Cabang Muara Tebo dalam waktu 1 kali 24 jam. "Siang ini juga akan kita setor, karena dalam 1 kali 24 jam wajib di setor ke kas negera," kata dia.
 
Sekedar mengingatkan bahwa terpidana Hasnadi telah di putus dan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (incracht) berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor : 2287K/PID.SUS/2015. Hasnadi dihukum 2 tahun 6 bulan dan denda sebesar 100 juta.
 
"Karena denda ini sudah di bayar maka Hasnadi bebas dari hukuman kurungan selama 4 bulan," pungkasnya.
 
Untuk diketahui, pada Rabu (24/6/2015) lalu, Majelis Hakim Paluko Hutagalung, memvonis bebas terdakwa Hasnadi, Kepala BPN Tebo yang tersandung kasus dugaan pungutan pembuatan sertifikat melalui Program Nasional (Prona) 2011 di Kabupaten Tebo.
 
Atas vonis bebas dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jambi waktu itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo, Bambang dkk, melanjutkan proses hukum ke tahap selanjutnya, yakni kasasi.
 
Keterangan saksi yang dihadirkan dalam persidangan sebelumnya, yakni sebanyak 32 warga di Desa Rambai, Kabupaten Tebo, mengaku dimintai uang sebesar Rp3,5 juta untuk pengurusan sertifikat oleh Kepala Desa terkait, selaku pihak yang mengurus sertifikat di BPN Tebo.
 
Saksi yang dihadirkan juga mengatakan, jika terdakwa menerima uang sebesar Rp.61 juta yang diserahkan secara bertahap. Namun penyerahan tidak dilakukan langsung oleh Kades kepada terdakwa namun melalui perantara.
 
Tiga terdakwa lain pada kasus ini, yakni Warimin selaku penghubung antara Kepala BPN dengan Kades Sungai Rambai, Siswanto Kades Sungai Rambai, dan Sunarto ketua RT desa terkait sudah divonis dengan pidana penjara masing-masing diatas satu tahun penjara.
 
Pada 13 Agustus 2016, Mahkamah Agung mengeluarkan putusan kasasi yang diterima oleh pihak Kejari Tebo pada 26 Agustus 2016. Pada putusan itu, Hasnadi dikenakan hukuman 2,6 tahun penjara dan subsidier denda sebesar Rp.100 juta atau 4 bulan masa tahanan. Pasca menerima salinan, pihak Kejari Tebo melakukan eksekusi terhadap Hasnadi.
Penulis: Tarmizi
Editor: Chairudin