Rabu, 5 Agustus 2020

Diduga Frustasi, IRT Gendong Bayi Nekat Lakukan Aksi Bunuh Diri

Kamis, 12 Desember 2019 - 13:22:37
Tampak IRT sedang menggendong bayi dijalan...

Tampak IRT sedang menggendong bayi dijalan...

 

MUARATEBO - Warga yang beralamat di KM 07 Kel Tebing Tinggi Kec Tebo Tengah Kab Tebo, dihebohkan dengan adanya akasi nekat seorang IRT betinisial (DS) yang ingin melakukan aksi percobaan bunuh diri dengan cara menghadang mobil yang melintas dijalan raya.

Aksi tersebut terjadi pada hari Kamis (12/12/2019) sekira pukul 08:00 wib tepatnya di Jln Lintas Tebo - Bungo KM 06 Kel Tebing Tinggi Kec Tebo Tengah Kab Tebo dan membuat warga sekitar panik. Pada saat ingin melakukan aksi bunuh diri, IRT yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan ini juga menggendong anaknya yang masih bayi. Beruntung aksi tersebut digagalkan oleh pihak kepolisian, Satpol PP dan warga sekitar.

Kronologis kejadian itu berawal pada hari Rabu (11/12/2019) sekira pukul 17.00 Wib, hari itu DS bertengkar dengan suaminya LM disebabkan ada pengendara yang memarkir motornya di teras rumah tanpa izin pemilik rumah.

Kemudian pada Kamis (12/12/2019) sekira pukul 07.00 Wib DS bertengkar kembali dengan suaminya, selanjutnya suami melakukan pemukulan terhadap DS di bagian kening sebelah kanan sebanyak 3 Kali sehingga DS mengalami luka memar. Atas kejadian tersebut DS merasa frustasi sehingga melakukan percobaan bunuh diri.

Terkaitvaksi ini, saat dikonfirmasi Kapolres Tebo AKBP Zainal Arrahman melalui Kapolsek Tebo Tengah IPTU Moh Hasyim Asy'ari SH, membenarkan adanya aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan seorang IRT dengan membawa anaknya yang masih bayi.

"Ya benar tadi pagi ada aksi percobaan bunuh diri, kita dapat informasi itu sewaktu kita selesai apel pagi. Dan kita langsung menuju ke TKP untuk melakukan pencegahan yang dibantu anggota pol pp maupun warga sekitar," kata Kapolsek.

Kapolsek mengatakan bahwa menurut keterangan dari DS, ia nekat melakukan aksi tersebut karena ada cekcok dan mengalami KDRT yang dilakukan sang suami. Hal itu membuat DS frustasi dan ingin mengakhiri hidupnya dengan cara menghadang mobil yang melintas di jalan.

"DS frustasi akibat ulah sang suaminya, itu yang membuat DS ingin berbuat nekat," terangnya.

Atas kejadian tersebut, lanjut Kapolsek, pihaknya langsung menyerahkan DS kepada pihak keluarganya maupun ketua RT 03 RW 01 Purwodadi dan memberikan himbauan agar menyelesaikan masalah tersebut serta melakukan pengawasan terhadap DS.

Sementara, menurut keterangan dari ketua RT 03, Mas Irfan, bahwa korban nekat ingin melakukan bunuh diri karena masalah ekonomi dan suami terlalu sering menyalahkannya sehingga DS frustasi.

"masalah ekonomi lah, hasil kerja suami tidak tau digunakan untuk apa oleh suami. Dan untuk kebutuhan sehari-hari selalu uang DS yang digunakan," kata Irfan.

Irfan juga menyampaikan, bahwa pada saat itu dirinya ingin mengantar DS ke pihak keluarganya dengan menggunakan mobil. DS sempat membenturkan kepalanya ke bagian dalam mobil.

"Saat ingin diantar pulang, DS sempat membenturkan kepalanya dan saya langsung meminta pihak kepolisian untuk ikut dan membantu memegang DS," tutup Irfan.

 

Penulis: Tarmizi
Editor: Riyan