Sabtu, 18 April 2026

Dari Sampah ke Ketahanan Pangan, Pemkab Tanjab Barat Gaspol Lewat Rakor Camat dan Lurah

Sabtu, 18 April 2026 - 06:16:20

 

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Camat dan Lurah se-Kabupaten di Aula Bumdesma Kecamatan Betara, Jumat (17/04).
 
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., dan Wakil Bupati Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., Asisten I dan II, staf ahli, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta perwakilan Polres Tanjab Barat dan Kodim 0419/TJB.
 
Rakor triwulanan ini menjadi momentum penting, karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di tingkat kecamatan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi “jemput bola” Pemerintah Daerah guna mempercepat implementasi program kerja hingga ke tingkat paling bawah.
 
Dalam arahannya, Bupati Tanjung Jabung Barat menegaskan bahwa rakor ini bertujuan untuk mempertajam pemahaman serta memastikan penyelarasan visi dan misi kepala daerah agar dapat diimplementasikan secara optimal hingga ke tingkat kelurahan.
 
“Kita menyelaraskan visi-misi daerah dengan program Jambi Mantap serta Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Berbagai program prioritas telah berjalan, seperti KDMP, Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penguatan ketahanan pangan,” ujar Bupati.
 
Salah satu isu strategis yang menjadi perhatian utama dalam rakor tersebut adalah pengelolaan sampah. Bupati menyampaikan bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat kini telah keluar dari status “darurat sampah” dan memasuki tahap pengawasan.
 
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah menetapkan sejumlah kebijakan penting, di antaranya penutupan sistem pembuangan akhir terbuka (open dumping) yang ditargetkan mulai Agustus mendatang.
 
Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan sosialisasi pemilahan sampah dari sumber, baik di lingkungan rumah tangga, perkantoran, hotel, maupun fasilitas umum. Masyarakat juga didorong untuk mengelola sampah organik secara mandiri melalui metode sederhana, seperti pembuatan lubang kompos yang dapat dimanfaatkan menjadi pupuk bagi sektor pertanian.
 
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Tanjab Barat juga memperkenalkan inovasi program 3K (Kandang, Kebun, dan Kolam) sebagai solusi terintegrasi dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur.
 
“Melalui program 3K, kami berharap setiap wilayah mampu mengelola potensi lahannya secara maksimal, sehingga dapat meningkatkan kemandirian pangan masyarakat,” tambah Bupati.
 
Menutup kegiatan, Bupati mengajak seluruh camat dan lurah untuk tetap konsisten dan berkomitmen dalam mengawal program pembangunan daerah, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara luas.
Penulis: Andi
Editor: Raden Denni