TANJUNG JABUNG BARAT – Di tengah intensitas operasi pencarian yang memasuki hari keenam, Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menyempatkan diri mengunjungi kediaman keluarga korban di Desa Parit Pudin, Kecamatan Pengabuan, pada Senin (25/05/2026). Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata empati dan dukungan moril bagi istri, anak, serta orang tua dari Iyan (35) dan Toni (42), dua pekerja yang masih hilang sejak runtuhnya jembatan di Sungai Pengabuan, Rabu lalu.
Bupati tiba di rumah duka dengan didampingi jajaran Pemkab, termasuk Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala BPBD, perwakilan Dinas PUPR, Camat Pengabuan & Senyerang, Kabag Prokopim, pihak Polsek Pengabuan, serta Kepala Desa Parit Pudin. Kehadiran rombongan pejabat tinggi daerah ini langsung disambut haru oleh keluarga korban yang telah menahan rasa cemas selama hampir satu minggu.
Sentuhan Kemanusiaan: Bantuan Modal Usaha untuk Masa Depan
Dalam suasana yang khidmat, Bupati Anwar Sadat menyampaikan belasungkawa mendalam. Ia mengakui bahwa tidak ada kata-kata yang bisa sepenuhnya menghapus kesedihan keluarga, namun kehadiran pemerintah adalah simbol bahwa mereka tidak sendirian.
“Kita turut berduka cita atas musibah ini. Saat ini, seluruh komponen—mulai dari Polri, Basarnas, TNI, hingga masyarakat—masih terus bekerja keras menyisir Sungai Pengabuan. Kita mohon doa dari seluruh masyarakat Tanjab Barat agar korban dapat segera ditemukan, baik dalam keadaan selamat maupun...,” ujar Bupati dengan suara berat, sebelum melanjutkan, “...agar dapat dimakamkan dengan layak jika memang takdirnya demikian.”
Yang membuat kunjungan ini istimewa adalah komitmen konkret Pemkab Tanjab Barat. Tidak hanya memberikan santunan tunai, Bupati juga menyerahkan bantuan modal usaha kepada istri dan ahli waris korban. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan jangka panjang, memastikan bahwa keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki sumber penghidupan setelah masa berkabung usai.
“Ini bentuk perhatian kami. Jangan hanya saat musibah, tapi juga setelahnya. Kami ingin keluarga korban, terutama istri dan anak-anaknya, tetap punya harapan dan kekuatan ekonomi ke depan,” tegas Bupati.
Keluarga Berharap Kepastian
Istri salah satu korban, yang ditemui di lokasi, mengucapkan terima kasih atas perhatian Bupati. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran Bapak Bupati. Setidaknya kami merasa didengar dan diperhatikan. Kami hanya berharap ada kepastian, agar kami bisa menutup mata atau memulai kehidupan baru,” katanya sambil menahan air mata.
Pencarian Terus Dilanjutkan
Sementara itu, di lokasi kejadian di Desa Sungai Landak, tim gabungan SAR masih terus melakukan penyisiran. Cuaca yang relatif cerah dalam beberapa hari terakhir diharapkan dapat membantu visibilitas tim penyelam dan perahu patroli.
Bupati menginstruksikan jajarannya, khususnya Dinas PUPR dan BPBD, untuk terus berkoordinasi dengan tim pencari di lapangan. Ia juga meminta evaluasi teknis terhadap penyebab keruntuhan jembatan agar tragedi serupa tidak terulang di proyek-proyek infrastruktur lainnya di Tanjab Barat.
Hingga berita ini diturunkan, status kedua korban masih "hilang", dan operasi pencarian akan dilanjutkan sesuai prosedur standar SAR nasional. Pemkab Tanjab Barat berjanji akan terus mendampingi keluarga korban hingga proses pencarian dinyatakan resmi dihentikan
Penulis: Andi Editor: Raden Denni








