Selasa, 26 Mei 2026

Jasad Iyan Ditemukan 25 KM dari Titik Kejadian, Setelah 6 Hari Pencarian

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:23:18

 

TANJAB BARAT – Setelah enam hari penantian yang mencekam bagi keluarga dan tim SAR gabungan, misteri hilangnya Iyan (35), salah satu korban jembatan ambruk di Desa Sungai Landak, akhirnya terungkap. Jasad almarhum ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada dini hari tadi, Selasa (26/05/2026), sekitar pukul 02.00 WIB.
 
Penemuan ini mengakhiri operasi pencarian intensif yang melibatkan Bupati, Kapolres, Basarnas, BPBD, hingga puluhan relawan masyarakat yang telah menyisir aliran Sungai Pengabuan sejak Rabu (20/05) lalu.
 
Ditemukan 25 KM ke Arah Hulu
 
Humas Basarnas Jambi, M. Lutfi, mengonfirmasi bahwa jenazah Iyan ditemukan cukup jauh dari titik kejadian awal (Last Known Position/LKP). Lokasi penemuan berada di perbatasan wilayah Desa Sungai Rambai dan Desa Ketapang, tepatnya pada koordinat -0°49’42.3″ S, 103°04’16.7″ E.
 
"Korban ditemukan sekitar 25 kilometer ke arah hulu sungai dari lokasi jembatan runtuh di Dusun Sungai Limau. Ini merupakan jarak yang cukup signifikan, menunjukkan kuatnya arus bawah atau adanya pusaran air yang membawa tubuh korban melawan arah arus utama," jelas M. Lutfi.
 
Fakta bahwa korban ditemukan ke arah hulu (bukan hilir seperti dugaan awal) menjadi catatan penting bagi tim SAR dalam memahami dinamika arus Sungai Pengabuan pasca-runtuhnya struktur jembatan.
 
Evakuasi Menjelang Subuh
 
Tim evakuasi yang terdiri dari personel Basarnas, Polairud, dan relawan setempat segera bergerak menuju lokasi penemuan melalui jalur sungai. Dengan menggunakan perahu karet dan dibantu cahaya senter di tengah gelapnya malam dan sisa-sisa hujan, tim berhasil mengamankan jenazah Iyan dengan penuh hormat.
 
Saat ini, jenazah almarhum Iyan, warga Desa Parit Pudin, Kecamatan Pengabuan, telah dibawa pulang ke rumah duka keluarganya untuk dimakamkan sesuai prosedur agama dan adat setempat.
 
Satu Lagi Masih Hilang: Pencarian Toni Terus Dilanjutkan
 
Meskipun satu korban telah ditemukan, operasi pencarian belum dinyatakan berakhir. Tim SAR gabungan masih terus fokus mencari korban kedua, Nur Antoni alias Toni (42), warga Desa Harapan Jaya, Kecamatan Seberang Kota, yang hingga saat ini statusnya masih hilang.
 
Pihak kepolisian dan Basarnas mengimbau masyarakat di sepanjang aliran Sungai Pengabuan, terutama di area hulu menuju Tebing Tinggi, untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban kedua.
 
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Tanjab Barat, sekaligus menjadi pengingat keras akan pentingnya standar keamanan konstruksi infrastruktur di daerah rawan banjir dan arus deras.
Penulis: Andi
Editor: Raden Denni