Selasa, 26 Mei 2026

Terbawa Arus 18 Km, Jasad Iyan Ditemukan Warga, Tim SAR Fokus Cari Toni Hingga Tuntas

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:51:57

 

TANJUNG JABUNG BARAT – Penantian panjang selama tujuh hari akhirnya terjawab, meski dengan duka mendalam. Pada Selasa (26/05/2026) dini hari, tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Iyan (35), salah satu dari dua korban hilang akibat runtuhnya dermaga penyeberangan di Dusun Sungai Limau, Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang.
 
Penemuan ini terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, mengakhiri masa ketidakpastian bagi keluarga almarhum yang telah menunggu di rumah duka sejak insiden terjadi pada Rabu (20/05) lalu. Namun, operasi pencarian belum berakhir. Tim masih terus berupaya mencari korban kedua, Nur Antoni alias Toni (42), yang hingga kini statusnya masih hilang.
 
Ditemukan Warga Saat Pulang Naik Pompong
 
Kisah penemuan jasad Iyan bermula dari ketelitian warga setempat. Ardi dan Deva, warga Desa Teluk Ketapang, bersama rekannya Putra, tengah dalam perjalanan pulang menggunakan perahu pompong dari Desa Sungsang. Saat melintas di perairan Kuala Parit 2, Desa Sungsang, mereka melihat benda mencurigakan mengapung di tengah sungai.
 
Curiga, mereka mendekat dan memastikan bahwa benda tersebut adalah jenazah manusia. Tanpa membuang waktu, mereka segera melaporkan temuan tersebut ke Polsek Pengabuan.
 
“Saksi mata sangat berjasa. Jika tidak ada laporan cepat dari warga yang sedang melintas, mungkin proses evakuasi akan tertunda lebih lama,” ujar Kasi Humas Polres Tanjab Barat, Ipda Ucen.
 
Menerima laporan tersebut, personel Polsek Pengabuan langsung berkoordinasi dengan tim Basarnas yang masih siaga di posko utama. Sekitar pukul 03.00 WIB, tim gabungan bergerak cepat menggunakan speedboat menuju lokasi penemuan untuk melakukan evakuasi.
 
Jarak 18 KM ke Hulu: Misteri Arus Sungai Terungkap
 
Lokasi penemuan jasad Iyan berada di koordinat yang cukup mengejutkan: sekitar 10 mil atau 18 kilometer ke arah hulu dari titik kejadian awal di Dermaga Sungai Limau. Fakta ini mengonfirmasi dugaan tim SAR sebelumnya bahwa dinamika arus Sungai Pengabuan pasca-runtuhnya struktur jembatan sangat kompleks, dengan adanya pusaran air atau arus balik yang mampu membawa tubuh korban melawan arah aliran utama menuju hilir.
 
Identifikasi awal dilakukan berdasarkan ciri-ciri pakaian yang dikenali oleh Hendri alias Andre, saksi selamat dari insiden keruntuhan jembatan. Identitas kemudian dipastikan secara resmi oleh keluarga di rumah duka setelah kantong jenazah dibuka, dengan penguatan keterangan dari MH, keluarga dekat korban.
 
Sekitar pukul 04.50 WIB, jenazah berhasil dievakuasi dan dibawa menggunakan ambulans ke kediaman keluarga di Desa Parit Pudin, Kecamatan Pengabuan. Jenazah tiba pukul 06.15 WIB pagi, disambut tangis haru dan syukur keluarga yang dipimpin pengawalan ketat personel kepolisian.
 
Pencarian Toni Terus Dilanjutkan: "Hingga Ketemu"
 
Meskipun satu korban telah ditemukan, Kapolres Tanjung Jabung Barat melalui Ipda Ucen menegaskan bahwa misi kemanusiaan ini belum selesai. Fokus tim kini sepenuhnya tertuju pada pencarian korban terakhir, N.A (Toni).
 
“Pencarian akan terus dilakukan secara maksimal. Kami melibatkan tim gabungan dari Basarnas, Polairud, BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat sekitar. Kami tidak akan berhenti menyisir aliran Sungai Pengabuan dan area sekitarnya hingga korban terakhir ditemukan,” tegas Ipda Ucen.
 
Strategi pencarian untuk Toni kemungkinan akan disesuaikan dengan pola arus yang membawa Iyan, yaitu memperluas penyisiran ke arah hulu yang lebih dalam, termasuk area rawa dan anak sungai di sekitar Desa Sungai Kepayang hingga perbatasan Tebing Tinggi.
 
Duka Berlanjut, Harapan Tetap Ada
 
Bagi masyarakat Tanjab Barat, tragedi ini meninggalkan luka yang dalam. Temuan jasad Iyan memberikan kepastian bagi satu keluarga untuk segera melaksanakan pemakaman, namun bagi keluarga Toni, penantian masih berlanjut.
 
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, melalui Bupati Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., kembali menyampaikan belasungkawa dan menjamin pendampingan penuh bagi kedua keluarga korban. Investigasi teknis terhadap penyebab keruntuhan dermaga juga terus digalakkan oleh Dinas PUPR untuk mencegah terulangnya musibah serupa di masa depan.
 
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih bersiaga di sepanjang bantaran Sungai Pengabuan, siap bergerak setiap saat jika ada informasi baru mengenai keberadaan Toni. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan hal-hal mencurigakan di perairan setempat.
Penulis: Andi
Editor: Raden Denni