TANJAB BARAT — Dua nelayan asal Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang sempat dilaporkan hilang setelah mengalami kerusakan mesin pompong di perairan Sungai Ayam, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, Senin (28/9/2026).
Kedua nelayan tersebut diketahui bernama Angga (31) dan Edo Akbar (26), warga Desa Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Keduanya sebelumnya berangkat melaut pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 07.00 WIB menuju perairan Mendahara untuk menjaring udang mantis. Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, saat hendak kembali, pompong yang digunakan mengalami kerusakan mesin sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Karena kondisi tersebut, keduanya memilih bertahan di sekitar perairan Sungai Ayam sembari menunggu bantuan. Hingga Senin pagi, keberadaan kedua nelayan belum diketahui sehingga dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan.
Pencarian melibatkan Marnit Kuala Tungkal, Satpolairud Polres Tanjung Jabung Barat, Basarnas Kuala Tungkal, BPBD Tanjab Barat serta masyarakat.
Sekitar pukul 14.10 WIB, tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran menuju lokasi yang diperkirakan menjadi tempat kedua nelayan berada.
Setelah menyisir perairan sejauh kurang lebih 14 nautical mile (NM), tim akhirnya menemukan kedua nelayan sekitar pukul 14.55 WIB di Perairan Sungai Ayam, pada koordinat 0°52'24.7" S, 103°37'31.8" E.
Keduanya kemudian dievakuasi dan dibawa kembali menuju kediaman. Sekitar pukul 16.30 WIB, Angga dan Edo Akbar tiba di rumah dalam keadaan selamat. Kondisi pompong yang digunakan juga dilaporkan masih dalam keadaan baik.
Kasat Polairud Polres Tanjab Barat IPTU Abdel Harris, S.H., mewakili Kapolres Tanjab Barat AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan keberhasilan menemukan kedua nelayan tersebut merupakan hasil kerja sama dan koordinasi cepat antara petugas SAR, kepolisian, instansi terkait serta masyarakat.
“Alhamdulillah, kedua nelayan berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Kami mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian, termasuk Basarnas, BPBD, Marnit Kuala Tungkal dan masyarakat yang bersama-sama melakukan penyisiran,” ujar IPTU Abdel Harris.
Menurut keterangan kedua korban, selama berada di perairan mereka sempat berusaha meminta pertolongan kepada nelayan lain yang melintas. Namun, karena jarak yang cukup jauh, nelayan tersebut belum dapat mendekati pompong mereka.
IPTU Abdel Harris juga mengimbau kepada para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi mesin dan perlengkapan keselamatan sebelum melaut, serta membawa alat komunikasi yang dapat digunakan dalam kondisi darurat.
“Kami mengimbau para nelayan untuk selalu memastikan kondisi kapal dan mesin dalam keadaan baik sebelum berangkat, membawa alat komunikasi serta perlengkapan keselamatan. Apabila mengalami kendala di laut, segera meminta bantuan dan menyampaikan posisi agar proses pertolongan dapat dilakukan dengan cepat,” pungkasnya.
Penulis: Andi Editor: Raden Denni








