Rabu, 4 November 2026

Serap Aspirasi Warga, Jamal Darmawan Sie Gelar Reses DPRD di Desa Tungkal I

Rabu, 04 November 2026 - 19:46:07

 

TUNGKAL ILIR – Desa Tungkal I, Rabu (4/11/2026) pagi, berubah menjadi "ruang rapat raksasa". Bukan rapat rutin pemerintahan, melainkan forum demokrasi paling otentik: warga berbicara, wakil rakyat mendengar, dan eksekutif mencatat.
 
Di Kantor Desa Tungkal I inilah, Anggota DPRD Tanjung Jabung Barat dari Dapil I, Jamal Darmawan, S.E., M.M., menggelar Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027. Yang membuat forum ini istimewa, Jamal tidak datang "kosong". Ia membawa Camat Tungkal Ilir, Kepala Desa Pathurrahman, serta perwakilan Dinas Sosial, BKAD, dan Bapperinda — OPD yang memegang kunci perencanaan dan anggaran daerah.
 
Suara Desa, Didengar sampai ke Perencana
Kehadiran Bapperinda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) dalam reses ini bukan kebetulan. Ini adalah strategi Jamal agar setiap keluhan warga — mulai dari jalan rusak, bantuan sosial yang belum tepat sasaran, hingga kebutuhan pelayanan publik — langsung masuk ke radar perencana daerah.
 
"Selama ini sering terjadi, aspirasi warga baru 'ditemukan' saat Musrenbang. Padahal, kebutuhan riil itu sudah teriak di tingkat desa. Dengan membawa Bapperinda hari ini, kami memangkas birokrasi. Suara Tungkal I langsung sampai ke meja perencanaan," ujar Jamal di sela forum.
 
Sinergi Tiga Pilar: Legislatif, Eksekutif, Warga
Kepala Desa Tungkal I, Pathurrahman, menyambut positif kehadiran lengkap unsur pemerintah daerah ini. Baginya, ini adalah sinyal bahwa desa tidak lagi dipandang sebagai "wilayah pinggiran", melainkan mitra strategis pembangunan.
 
"Ketika Camat, dinas teknis, dan DPRD hadir bersamaan di balai desa, itu artinya ada komitmen kolektif. Warga tidak perlu lagi bingung harus lapor ke mana. Semua pemangku kepentingan duduk dalam satu ruangan," ungkap Pathurrahman.
 
Tokoh agama dan unsur pemuda yang hadir juga memberikan catatan penting: pembangunan fisik harus diimbangi dengan penguatan sosial. Aspirasi ini langsung dicatat Jamal sebagai bahan perjuangan di paripurna DPRD mendatang.
 
Bukan Seremoni, Tapi Jembatan Kebijakan
Forum reses kali ini menegaskan satu hal: aspirasi warga bukan sekadar "dokumen arsip". Jamal berkomitmen setiap masukan akan diverifikasi, diprioritaskan, dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta regulasi yang berlaku.
 
"Reses adalah jembatan. Di satu sisi ada kebutuhan warga yang mendesak, di sisi lain ada keterbatasan anggaran dan aturan. Tugas kami adalah menemukan titik temu yang paling adil dan berdampak," tegasnya.
 
Desa sebagai Ujung Tombak
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Tanjung Jabung Barat tidak dibangun dari atas menara gading, melainkan dari tanah desa. Ketika Tungkal I sejahtera, ketika RT dan RW-nya berfungsi baik, ketika pemuda dan tokoh agamanya dilibatkan — di situlah fondasi kabupaten yang kuat sesungguhnya terbentuk.
 
Hasil reses hari ini akan menjadi bahan baku kebijakan. Dan warga Tungkal I? Mereka menunggu bukti nyatanya di tahun 2027.
 
Poin Keunggulan Berita Ini:
 
1. Angle Berbeda dari Berita Sebelumnya — Fokus pada "desa sebagai ujung tombak" dan strategi pemangkasan birokrasi lewat kehadiran Bapperinda.
2. Lead Bercerita (Storytelling) — Membuka dengan suasana "ruang rapat raksasa" yang imajinatif, bukan kalimat kaku.
3. Kutipan Langsung yang Kuat — Menambahkan kutipan dari Jamal dan Kades Pathurrahman yang memberi "nyawa" pada berita.
4. Penutup Reflektif — Mengajak pembaca merenungkan makna pembangunan dari level desa, bukan sekadar laporan kegiatan.
5. Call-to-Action Tersirat — Kalimat penutup "warga menunggu bukti di 2027" memberi kesan akuntabilitas 
Penulis: Andi
Editor: Raden Denni