Senin, 20 September 2021

Kadis PDK Sebut Karena Kelemahan Administrasi

Kamis, 24 Desember 2020 - 10:14:57

 

MUAROJAMBI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi membenarkan bahwa uang insentif para guru honorer belum dibayarkan selama lima bulan. Keterlambatan penyaluran uang insentif terjadi bukan dikarenakan uang insentif didepositokan.
 
 Terlambatnya proses penyaluran tersebut murni karena adanya kelemahan administrasi.
“Kalau masalah keterlambatan, itu kami akui. Tetapi, kalau untuk tuduhan uang insentif itu didepositokan, kami mengklarifikasi itu tidak benar,” kata Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas P&K Muaro Jambi, Firdaus saat mendampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi, Erwanisah memberikan keterangan pers kepada wartawan, Rabu (23/12/2020)
 
Firdaus menjelaskan, keterlambatan penyaluran uang insentif para guru honorer terjadi karena adanya kelemahan administrasi pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi. Kelemahan administrasi itu terjadi karena beberapa faktor seperti pemberkasan yang berulang serta adanya rekening penerima yang tidak aktif atau mati. 
“Keterlambatan penyaluran itu kami akui. Ada kelemahan administrasi di kami karena beberapa faktor. Seperti berulangnya pemberkasan, itu sangat mempengaruhi. Kenapa terjadi pemberkasan berulang? Karena dalam pelaksanaan, guru yang terdaftar di awal ada yang mengundurkan diri. Kemudian pada saat verivikasi rekening seperti yang kita laksanakan dalam dua hari ini, ada rekening yang mati. Itu juga menjadi kendala bagi kita,” ujar Fidaus.
 
Firdaus mengatakan, solusi yang dilakukan agar uang insentif guru honorer itu segera disalurkan yaitu dengan cara mengutamakan untuk mentransfer kepada para penerima yang telah memiliki data yang valid. Sementara terhadap permasalahan-permasalahan seperti pergantian guru dan rekening yang mati akan ditransfer menyusul kemudian.
“ Yang valid kami ditransfer dulu. Sore ini uang insentif itu sudah masuk ke rekening guru-guru honorer. Paling lambat besok sudah masuk semua,” ujarnya.
 
Firdaus mengatakan, masalah keterlambatan penyaluran uang insentif para guru honorer akan diupayakan tidak terjadi ke depan. Permasalahan yang terjadi selama ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi. 
 
“SOP akan kami buat untuk menyikapi tahun 2021. Jadi ada kepastian prosesnya, siapa yang bertanggung jawab, dan kapan limit batas waktu pengerjaan. Itu yang mungkin akan kami sikapi pada tahun 2021,” ujar Firdaus.
 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi, Erwanisah mengatakan, uang insentif guru telah diproses sejak pekan lalu. Namun, karena ada kendala maka uang insentif itu baru bisa ditransfer hari ini, Rabu (23/12/2020).
 
“Uang insentif yang kita salurkan ini untuk tiga bulan, yang dua bulan lagi akan segera kita proses. Tanggal 28 Desember ini akan kita ajukan SPM-nya ke BPKAD. Setelah SP2D-nya rampung akan segera kita proses ke bank untuk disalurkan kepada para guru honorer penerima,” katanya.
Adapun total jumlah tenaga guru honorer yang berhak menerima uang insentif tersebut sebanyak 1.387 honorer. Mereka merupakan para guru pengajar di lingkungan sekolah PAUD/TK, SD dan SMP yang tersebar di 11 kecamatan dalam Kabupaten Muaro Jambi.
Penulis: Sutan Muda Daulay
Editor: Riyan