Jumat, 3 April 2026

Angka Kematian Bayi di Batanghari Capi 25 Orang

Minggu, 03 Maret 2019 - 14:08:48
Ilustrasi..

Ilustrasi..

MUARABULIAN- Angka kematian bayi di Batanghari capai puluhan orang. Jumlah ini terdata pada tahun 2018 lalu. Sedangkan angka kematian ibu tahun lalu hanya tiga orang.

Walaupun tidak fantastis namun kematian bayi maupun kematian ibu setiap tahunnya tetap menjadi permasalahan yang selalu diprioritaskan. Karena hal ini menjadi indikator derajat kesehatan masyarakat yang ada.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Batanghari, dr. Elfi Yennie Mars, saat dijumpai diruang kerjanya mengatakan, sepanjang tahun 2018 lalu, terdapat 25 orang bayi yang meninggal dunia. Sedangkan pada tahun 2017 angka kematian bayi mencapai 18 orang. Sementara untuk angka kematian ibu tahun 2017 delapan orang dan tahun 2018 tiga orang,” ujarnya.

Diakuinya, sebelumnya pihaknya telah mengikuti Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) di Jakarta. Pada Rakerkesnas tetap saja angka kematian ibu dan bayi menjadi permasalahan prioritas. Karena permasalahan ini memang selalu ada dan menjadi tolak ukur kesehatan masyarakat.

“ Karena apa? di Nasional angka kematiam ibu dan bayi itu tergolong masih cukup tinggi,” imbuhnya.

Angka kematian ibu, ibu yang dimaksud adalah ibu maternal yakni ibu yang sedang mengandung atau hamil, ibu melahirkan dan pasca melahirkan atau nifas. Sedangkan angka kematian bayi baru lahir dikenal dengan neonatus (AKN). Artinya bayi yang berumur 0 hingga 28 hari. Masa inilah sangat rentan memang. Jadi perlu perhatian khusus,” katanya.

“ Ada upaya yang mesti dilakukan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Yang mana melalui tiga program pelayanan kesehatan yang ada,” ujarnya.

Diantaranya pelayanan kesehataan terhadap ibu hamil, ibu melahirkan, dan bayi baru lahir.

“ Nah melalui program itu kita dapat menekan angka kematian bayi maupun ibu tadi jika dilaksanakan dengan baik,” jelasnya.

Peningkatan dan cakupan kualitas pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil memang sangatlah penting.

“ Bukan hanya mengakses ibu hamil tapi dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas juga. Petugas kesehatan kita juga sudah lengkap,” tutupnya. (ist)

 

Penulis: Mon/ist
Editor: Raden Denni